Posted by: muhammad.hidayat10 in Academic No Comments »

Cerita Inspirasi 2

Cerita ini menceritakan tentang paman saya sendiri yang bernama Ardi. Keluarga ayah saya memang bukan keluarga yang sangat mampu, bahkan kadang-kadang masih sulit hanya untuk makan saja. Namun soal pendidikan, nenek dan kakek saya sangat mengutamakannya. Om Ardi orangnya tekun dan rajin, setiap nenek atau kakek menyuruh sesuatu, dia selalu melaksanakannya dengan cepat. Di sekolah pun dia termasuk anak yang pandai dan menjadi juara di kelasnya. Selain itu, dia juga anak yang supel dan banyak teman. Sejak kecil, Om Ardi sangat senang berjualan, mulai dari jualan es hingga gorengan, dan hasilnya kadang dia bagikan pada saudaranya atau dia tabung sendiri

Ketika di bangku SMA beliau punya rencana untuk melanjutkan kuliah di Unpad, sehingga dia terus belajar dengan rajin dan tekun. Di SMA pun dia masih sering berjualan di sekolahnya. Keinginannya sangat kuat untuk bias kuliah di Unpad, seperti ayah saya yang juga kuliah disana. Dia sering kali mencari informasi mengenai Unpad dan biaya masuk ke sana. Pada saat itu uang masuk Unpad cukup mahal. Mendengar harga yang cukup mahal tersebut, nenek dan kakek saya lalu berkata tidak mampu membiayai paman saya kuliah disana, apalagi Om ardi masih punya 3 adik lagi yang masih sekolah.

Dari situ, dia sempat putus asa tidak dapat melanjutkan kuliah. Namun, Om Ardi akhirnya semangat kembali setelah Tantenya berjanji membayarkan setengah dari uang yang harus di bayar ke Unpad. Om Ardi lalu berusaha mencari cara untuk bias mendapatkan setengah biaya lagi. Karena dari kecil dia mempunya jiwa kewirausahaan, dia akhirnya mencoba kembali berjualan dengan modal yang lebih besar. Dia pun berjualan sepatu di pasar, namun karena kurang beruntung dia berjualan baju. Itu dia lakukan sejak SMA. Dan akhirnya itu berbuah hasil yang manis, ketika dia berjualan buku dan baju. Keuntungan yang di dapatnya sangat banyak sehingga dia bias melanjutkan kuliah di Unpad sesuai dengan apa yang di inginkanannya. Setamat dari Unpad, justru dia tidak mencari kerja yang sesuai dengan lulusannya, tetapi dia justru meneruskan usahanya di dunia percetakan dan buku. Hingga sekarang dia telah sukses menjadi pengusaha percetakan.

Cerita Inspirasi

Posted by: muhammad.hidayat10 in Academic No Comments »

Cerita Inspirasi

Cerita ini adalah cerita tentang saya ketika saya duduk di bangku SMP. Ketika itu saya duduk di kelas 9 yang sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional. Secara materi pelajaran, guru-guru saya sudah memberikan semua pelajaran yang seharusnya diberikan. Namun, saya masih saja tidak bisa menerima pelajaran dengan baik, hal ini membuat saya menjadi tidak siap menghadapi Ujian Nasional.

Hingga tiba saatnya akan mengikuti Pra Ujian Nasional, hal itu membuat saya sangat takut, karena saya belum siap untuk menghadapinya, khususnya pada pelajaran matematika. Dari awal sekolah di SMP, pelajaran matematika memang sangat sulit untuk dipahami oleh saya. Beberapa kali ulangan, saya mendapat nilai dibawah standar, hal itu membuat saya takut saat Ujian Nasional nanti. Sehari sebelum Pra Ujian Nasional, saya mencoba terus belajar tanpa bertanya atau meminta diajarkan oleh teman atau kakak.

Keesokan harinya saat ujian matematika dimulai, saya mencoba untuk tenang dan tidak terburu-buru mengerjakan soal yang diberikan. Lembar demi lembar saya baca dengan seksama, tetapi hanya beberapa soal saja yang dapat saya kerjakan. Saya mulai panik, waktu hanya tersisa 30 menit,saya hanya bisa mengerjakan separuh dari soal yang diberikan. Sempat terpikir oleh saya untuk meminta bantuan teman sebelah saya, tapi saya merasa tidak enak pada dia karena dia sedang sibuk mengerjakan soal. Akhirnya saya hanya bisa diam dan menunggu waktu ujian habis.

Satu minggu kemudian, hasil Pra UN diumumkan, dan seperti yang sudah saya prediksikan, saya akan mendapat nilai yang rendah ternyata benar. Dari 3 pelajaran yang diujiankan saya hanya mendapat 20,4 dengan nilai yang paling rendah adalah matematika yaitu 4. Nilai itu masih membuat saya lulus karena syarat lulus saat itu adalah tidak boleh mendapat nilai <4. Tentu saja saya lega karena masih bisa lulus, namun ketakutan masih ada karena jika tidak bisa mendapat nilai yang bagus, akan sangat sulit untuk masuk ke SMA yang favorit dan bagus.

Sesampainya di rumah, saya perlihatkan nilai tersebut kepada orang tua saya. Ayah dan Ibu saya langsung saja berkata pada saya agar saya rajin belajar, dan malahan ibu saya memarahi saya karena malas dan tidak mau belajar. Kemarahan Ibu saya membuat saya cukup down. Setelah itu saya terus berdiam diri di kamar, kemudian saya merenungkan diri, hanya karena saya gengsi untuk bertanya dan malu untuk minta di ajari, saya tidak lulus.

Akhirnya saya terus berusaha memperbaiki kekurangan saya di pelajaran matematika. Setiap harinya, saya terus mencoba dan mencoba mengerjakan soal-soal matematika, ketika saya tidak tahu saya menanyakan kepada teman saya yang pintar di matematika. Saya juga meminta guru saya untuk mengajarkan saya dan teman-teman yang bernasib sama dengan saya di luar jam pelajaran. Saya dan beberapa teman saya pun membentuk grup belajar. Dalam 1 minggu kami belajar bersama 2 kali seminggu di rumah salah satu dari kami, bahkan kami menyempatkan belajar bersama 2 hari sebelum UN dimulai.

Saat UN berlangsung, saya berdoa agar diberi kemudahan saat menjawab pertanyaan. Saya baca soal dengan seksama dan mengerjakan sebisa dan semampu saya. Saya pun bisa mengerjakannya tepat waktu dan tanpa mencontek teman. Saya pun keluar ruangan dengan perasaan tenang dan lega. Saat pengumuman UN keluar, saya sempat tegang dan tidak sabar melihat hasil yang saya dapatkan. Dan Alhamdulillah, saya berhasil lulus dengan nilai bagus dan memuaskan, dan akhirnya saya bisa masuk SMA paling favorit di kota saya.



Posted by: muhammad.hidayat10 in Academic No Comments »

IPB Badge

Badminton merupakan salah satu olahraga kegemaran saya. Beberapa pemain badminton yang saya sukai diantaranya adalah Taufik Hidayat, Susi Susanti, Maria Kristin.